Kilometer Terakhir - Seringai
Kilometer terakhir adalah salah satu lagu yang terkenal yang dibawakan oleh band asal Jakarta, Seringai. Lagu dengan judul Kilometer Terakhir ini bergenre rock metal, dengan lirik yang memiliki arti mendalam. Lagu kilometer terakhir ini bercerita mengenai sifat sang penyanyi yang pantang menyerah untuk meraih tujuannya. Ia akan selalu bertahan melawan segala rintangan dan tantangan.
Lagu ini mengajarkan kita untuk tetap pada pendirian kita, meyakini bahwa apa yang kita yakini benar, walaupun itu bertentangan dengan keadaan yang ada. Karena belum tentu apa yang menjadi hal yang wajar adalah hal yang benar. Sudah seharusnya kita sebagai manusia memiliki pendirian, agar kita tidak mudah goyah dengan keadaan, agar kita mampu berdiri tegak dalam kerasnya dunia ini.
Lagu ini juga mengajarkan kita untuk selalu bekerja keras, menyerahkan segala potensi yang ada ditubuh kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa kerja keras adalah kunci kesuksesan kita. Seperti yang diriwayatkan oleh iman Baihaqi bahwa Rasulullah pernah bersabda “Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari”. Di dalam al-quran juga dijelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya. Oleh karena itu, jika kita ingin berubah untuk hidup yang lebih baik, penting bagi kita untuk selalu bekerja keras, untuk mencapai tujuan hidup kita, bahkan dengan menantang maut asalkan apa yang kita lakukan adalah hal yang benar.
Lagu ini juga menceritakan bagaimana sang penyair melakukan segalanya, untuk mencapai tujuan akhirnya. Ia membakar seluruh tenaganya, hingga tubuhnya berada di ambang batasnya, pantang menyerah, bahkan jika tujuannya adalah suatu hal yang mustahil. Karena sesungguhnya tidak ada hal yang mustahil bagi orang yang percaya dan mau untuk berusaha. Bahkan seekor bebek jelek pun dapat berubah menjadi angsa yang cantik. Dalam lagu ini sang penyair ingin menyampaikan bahwa ia tetap bersemangat, dan tidak merasakan sedikitpun ketakutan. Bahkan jika ia tidak dapat mencapai tujuannya hari ini, ia masih berusaha dan percaya bahwa ia akan berhasil dikemudian hari.
Lagu ini mengajarkan kita untuk tetap pada pendirian kita, meyakini bahwa apa yang kita yakini benar, walaupun itu bertentangan dengan keadaan yang ada. Karena belum tentu apa yang menjadi hal yang wajar adalah hal yang benar. Sudah seharusnya kita sebagai manusia memiliki pendirian, agar kita tidak mudah goyah dengan keadaan, agar kita mampu berdiri tegak dalam kerasnya dunia ini.
Lagu ini juga mengajarkan kita untuk selalu bekerja keras, menyerahkan segala potensi yang ada ditubuh kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa kerja keras adalah kunci kesuksesan kita. Seperti yang diriwayatkan oleh iman Baihaqi bahwa Rasulullah pernah bersabda “Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari”. Di dalam al-quran juga dijelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya. Oleh karena itu, jika kita ingin berubah untuk hidup yang lebih baik, penting bagi kita untuk selalu bekerja keras, untuk mencapai tujuan hidup kita, bahkan dengan menantang maut asalkan apa yang kita lakukan adalah hal yang benar.
Lagu ini juga menceritakan bagaimana sang penyair melakukan segalanya, untuk mencapai tujuan akhirnya. Ia membakar seluruh tenaganya, hingga tubuhnya berada di ambang batasnya, pantang menyerah, bahkan jika tujuannya adalah suatu hal yang mustahil. Karena sesungguhnya tidak ada hal yang mustahil bagi orang yang percaya dan mau untuk berusaha. Bahkan seekor bebek jelek pun dapat berubah menjadi angsa yang cantik. Dalam lagu ini sang penyair ingin menyampaikan bahwa ia tetap bersemangat, dan tidak merasakan sedikitpun ketakutan. Bahkan jika ia tidak dapat mencapai tujuannya hari ini, ia masih berusaha dan percaya bahwa ia akan berhasil dikemudian hari.







0 Response to "Kilometer Terakhir - Seringai"
Posting Komentar